-
Belum Bisa Melakukan Hal Yang Membuat Orang Tuamu Bangga? Tidak Perlu Sedih

“Aku memang tidak bisa membanggakan orang tuaku. Aku nggak pernah dapat peringkat. Nggak punya prestasi di luar sekolah juga.” Pernah kamu merasa seperti itu, sedih karena belum bisa membanggakan orang tuamu lewat prestasi? Ups, tidak perlu begitu. Kebanyakan orang tua sebenarnya tidak mengharuskan anaknya berprestasi, loh. Yang paling penting bagi mereka adalah kebahagiaan anak-anaknya. Nah,…
-
Bertanyalah Pada Orang Yang Tepat, Siapa? Orang Tuamu

Apa kamu selalu ingin tahu banyak hal? Apakah tiap hari otakmu penuh dengan pertanyaan-pertanyaan baru? Itu bagus. Tandanya, kamu anak yang cerdas. Dengan banyak bertanya, kita bisa mendapat banyak pengetahuan baru. Bertanyalah pada orang yang tepat. Jangan selalu bergantung pada internet, Google, atau teman-temanmu yang sama-sama tak tahunya. Orang tuamu mungkin tak bisa menjawab semua…
-
Tuhan Memberikan Banyak Hal Padamu, Sudahkah Kamu Menggunakannya Untuk Menyenangkan Hati Orang-Orang Sekitarmu?

Sudahkah kamu memanfaatkan bakat dan kepintaranmu semaksimal mungkin? Kamu dikaruniai bakat dan kepintaran oleh Tuhan. Mari gunakan bakat dan kepintaranmu untuk kebaikan sesama. Misalnya, kamu bisa menghibur orang-orang yang sedang sedih atau kesusahan dengan suaramu yang merdu atau petikan gitarmu. Atau, kamu bisa mengajari adik-adik pemulung untuk membuat kerajinan daur ulang. Yuk, menebar manfaat kepada…
-
Tidak Ada Orang Tua yang Ingin Merugikan Anaknya

“Udde eehh, Mama selalu na na anggapka anak kecil.” “Papa pelit, ini ndak dibelikan, itu ndak dibelikan.” Orang tua sering bikin kesal? Coba Tanya teman-teman. Tentu mereka juga pernah kesal terhadap orang tua mereka. Yuk, Coba ingat-ingat, apakah orang tua kita pernah melakukan hal yang buruk kepada kita? Orang tua mana pun selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.…
-
#MotivasiRemaja Mau Kemana? Pamit Dulu Dong!

#MotivasiRemaja “Bro, ayo pi massapeda di Car Free Day dehh..” “Weh ada toko buku baru buka, ke sana dehh? Ada diskon” Wah, siapa yang tidak buru-buru berangkat kalau mendapat ajakan seperti itu? Terlebih, jika yang mengajak adalah sahabat. Eits…! Jangan buru-buru pergi. Apa kita sudah pamit pada orang tua? “Ah, pace maceku, kan, di kantor ji. Untuk…