Pulau Barrang Caddi
Pulau ini terletak di sebelah timur P. Barranglompo, berbentuk memanjang timurlaut-baratdaya, dengan luas 4 ha. Berjarak 11 km dari Makassar dan termasuk pulau yang padat penduduknya, dengan jumlah 1263 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, hal ini tercermin dari peralatan tangkap yang mereka gunakan masih sederhana, seperti bubu, pancing, rengge, dan lepa-lepa.
Fasilitas umum yang tersedia berupa instalasi listrik, penyaringan air laut menjadi air tawar (bantuan jepang) dan sebuah dermaga di sisi barat pulau ini. Untuk kesehatan, dapat dijumpai 1 buah puskesmas pembantu dan 1 buah posyandu dengan seorang tenaga kesehatan dan seorang dukun terlatih, sedangkan untuk pendidikan, terdapat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Tersedia sarana transportasi reguler dari Makassar dengan biaya Rp.6.000 per orang sekali jalan.
Kedalaman perairan disekitar pulau ini umumnya besar dari 25 meter, sehingga menjadi bagian dari alur pelayaran masuk-keluar pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Konsep zonasi sudah diterapkan pada pemanfaatan ruang laut di perairan pulau ini. Seperti perairan pada sisi baratnya, merupakan daerah perlindungan yang dibagi atas beberapa zona antara lain zona yang paling dekat pulau disebut zona inti dan yang kearah laut lepas merupakan zona penyangga yang dicanangkan sekitar bulan Desember 2003 lalu. Kegiatan ini juga, merupakan usaha perlindungan terhadap ekosistem terumbu karang disekitar Pulau Barrang Caddi yang dicanangkan oleh forum kemitraan bahari Sulawesi Selatan.
Obyek wisata budaya yang menarik di pulau ini adalah mengunjungi tempat pembuatan perahu tradisional pada sisi barat pulau ini, ataukah hanya sekedar melihat kehidupan sehari-hari masyarakat P. Barrang Caddi. Kalau kita beruntung, maka kita dapat menjumpai upacara penurunan kapal (apparoro), atau upacara pembuatan rumah atau kegiatan masyarakat duduk bersama untuk membicarakan sesuatu hal (tudang sipulung).
Pada beberapa spot, kehidupan dan terumbu karangnya dijumpai dalam kondisi baik, beberapa spesies karang dan ikan anda dapat jumpai, terutama pada zona perlindungan di perairan bagian barat. Tempat ini juga menarik bagi mereka yang hanya sekedar untuk melakukan snorkling, walaupun sebagian karangnya sudah ikut hancur akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.
Sumber Buku; Wisata Bahari Makassar (2006)
Sumber Gambar; http://panduanwisata.id