Keistimewaan Beribadah di Bulan Ramadhan

Pahala orang yang berpuasa diistimewakan oleh Allah SWT karena mereka meninggalkan segala sesuatu yang mereka sukai demi mengharap keridhaan Allah.

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu hasanah (kebaikan) dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipatnya. Allah SWT berfirman “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku”. (Muslim, 2/1151)

Pada hari kiamat, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada wangi kesturi.

Dan demi zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah daripada wangi misk (kesturi). (Shahih Bukhari, 2/1795, Muslim, 2/1151)

Orang yang berpuasa mendapakan dua kebahagiaan. Kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat kelak bertemu dengan Allah SWT.

Dan bagi orang yang berpuasa terdapat dua kebahagiaan, apabila ia berbuka maka ia berbahagia karenanya, dan apabila (kelak) ia bertemu dengan Allah ia berbahagia kerena puasanya. (Shahih Bukhari, 2/1805; Muslim, 2/1151)

Orang-orang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu ar-Rayyan.

“Sesungguhnya pada surga itu terdapat pintu yang dinamakan ar-Rayyan. Pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk darinya, dan tidak ada selain mereka yang ikut masuk darinya. (Pintu itu) berkata: ‘ Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka masuk padanya, dan apabila telah masuk orang terakhir (dari mereka) pintu itu akan tertutup selama-lamanya, dan tidak seorang pun yang bisa masuk.” (Shahih Bukhari, 2/1797)

Malaikat akan mendoakan orang yang tengah berpuasa kemudian bersabar ketika di hadapannya ada orang lain yang sedang makan.

“Sesungguhnya orang yang berpuasa didoakan oleh para malaikat, ketika orang lain makan di hadapannya hingga selesai atau sampai mereka kenyang. (Tirmidzi, 3/785, hadits hasan shahih)

Semoga bermanfaat.