Mengenal Sosok George Saa

Bernama lengkap Septinus George Saa, ia dijuluki si jenius dari Papua karena ia menemukan rumus penghitung hambatan antara dua titik rangkaian resistor. Dan itu ia beri nama dengan namanya sendiri yaitu “George Saa Formula”. Mungkin belum banyak yang mengetahuinya. Namun prestasi pemuda ini sangat mengangumkan.
George atau panggilannya Oge lahir di keluarga sederhana. Karena minimnya ekonomi keluarga, Oge sering tidak masuk sekolah ketika SD hingga SMP. Banyak pengorbanan yang telah ia lewati. Bagi Oge, prestasi tidak selau berarti karena uang. Pemuda yang dikenal sebagai playmaker di lapangan basket ini adalah orang yang sangat haus belajar. Akan selalu ada jalan bagi orang-orang yang haus belajar seperti Oge.

“saya tertarik fisika sejak SMP. Tidak ada alasan khusus kenapa saya suka fisika karena pada dasarnya saya suka belajar saja. Lupakan saja kata fisika, saya suka belajar semuanya”, katanya “semua mata pelajaran di sekolah, saya suka, saya suka kimia, sejarah, geografi, matematika, apalagi bahasa Indonesia. Saya selalu bagus nilai bahasa Indonesia”, tambahnya.

George saa adalah anak yang memahami kondisi orang tuanya. Dan berbakti kepada orang tuanya dengan berbakti kepada orangtua dapat kita lakukan dengan cara menaati nasehatnya serta berusaha berbuat yang terbaik untuk membuat mereka bangga dan bahagia.belajar dengan giat, agar dapat mencapai prestasi sebaik-baiknya, dengan giat belajar George saa seorang pemenang lomba first step to nobel prize in physics pada tahun 2004 dari Indonesia, dengan membuat makalah berjudul rumus penghitung hambatan antara dua titik rangkaian resistor yang diberinya namanya sendiri yaitu “ GEORGE SAA FORMULA”, dan berhasil menggondol emas. George saa telah banyak berkorban demi menghidupi keluarganya dan juga

Kita dapat mencontohnya dalam kehidupan kita, agar nanti kita juga dapat berhasil seperti GEORGE SAA Jadi jangan menganggap bahwa kesuksesan beliau dapatkan dengan mudah, melainkan kesuksesan itu akan tercapai jika kita terus berusaha dan yakin pada kemampuan di diri kita dan pastinya kita harus terus optimis dalam mengejar cita-cita.

Jadi, kesuksesan tak akan dicapai tanpa pengorbanan yang besar.

The following two tabs change content below.