Drama Musical Hairspray

Drama Musical Hairspray

Mahasiswa Sastra Inggris FBS UNM 2013

“differences should not deter achieve a dream!”

Perbedaan tidak boleh menjadi penghalang serius seseorang untuk meraih impiannya. Ubahlah kekurangan atau pandangan orang lain dengan menjadikannya sebagai kekuatan yang tidak mereka miliki. Kira-kira seperti itulah makna sederhana yang menjadi pembuka tulisan ini. Itu jugalah yang menjadi salah satu pesan moral yang rencananya akan dibawakan oleh mahasiswa program studi (prodi) sastra Inggris FBS UNM lewat sebuah pertunjukan drama berbahasa Inggris desember 2016. Drama Performance atau pertunjukan drama berbahasa Inggris telah menjadi agenda tahunan mahasiswa prodi sastra Inggris FBS UNM, di mana tahun 2016 menjadi pagelaran yang ke 6.

Meskipun hanya matakuliah yang berjumlah 2 SKS (sistem kredit semester), mahasiswa prodi sastra Inggris tak lagi melihatnya sebatas itu—akan tetapi telah menjadi agenda wajib prodi sastra Inggris yang telah dimulai sejak 2009 silam. Agenda drama tahunan berbahasa Inggris bahkan beberapa kali masuk dalam agenda pemerintah kota Makassar, dinas pariwisata dan kebudayaan dan instansi-instansi yang terkait. Untuk tahun ini sendiri, pagelaran drama menjadi tanggungjawab angkatan 2013 (Semester 7). Bisa dikatakan bahwa pagelaran ini menjadi tugas akhir mahasiswa sastra Inggris dalam bentuk pertunjukan sastra, sebelum merengkuh gelar sebagai sarjana sastra.

Tim produksi drama prodi sastra Inggris FBS UNM angkatan 2013 memilih naskah berjudul Hairspray. Naskah yang bersetting 1960-an di kota Baltimore, Negara bagian Maryland, Amerika Serikat. Salah satu alasan mengapa tim produksi memilih naskah ini adalah unsur rasial yang sangat kental di masa itu, bahkan hingga saat ini. Hairspray adalah film Amerika berciri khas musikal di tahun 2007 yang diproduksi oleh Meron Productions dan didistribusikan oleh New Line Cinema. Film Ini dirilis di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris pada tanggal 20 Juli 2007. Film ini merupakan adaptasi dari drama musikal Broadway 2002 dengan nama yang sama, dan secara longgar didasarkan dari film komedi John Waters ‘s 1988 dengan nama yang sama.

Dikisahkan Tracy Turnbald, seorang gadis berpostur gemuk yang memiliki impian untuk menjadi bintang televisi dalam acara “The Corny Show”. Tracy sangat mencintai dunia musik dan tarian. Perjuangan Tracy untuk meraih mimpinya tidaklah ringan karena di dalam ini terkandung sedgredasi rasial, serta pemisahan karena warna kulit. Selain memaparkan berbagai bentuk rasisme, drama ini disisipkan kisah-kisah asmara antara Tracy dan Link Larkin, bintang acara The Corny Show. Namun tidak sampai di situ, masalah-masalah lain kian muncul akibat impian yang justru menggatung diantara kisah cinta dan persepsi orangtua.

Bagaimana cara Tracy berjuang meraih impiannya? Nantikan dalam pagelaran Drama musikal Hairspray mahasiswa prodi sastra Inggris pada Sabtu, 18 Desember 2016 di Auditorium Amanagappa UNM.

Tim produksi

Publikasi dan Dokumentasi

The following two tabs change content below.
Graphic Designer | Living in His Reality and Dreams

Latest posts by Sam winaldi Junaib (see all)