Belajar Dari Kisah Perjuangan Abdee Negara

Abdi Negara lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Juni 1968 adalah gitaris, vokal pendukung, penulis lagu dan produser yang berasal dari Indonesia. Salah satu gitaris Slank bersama Ridho gitaris Slank lainnya dan pernah berduet dengan gitaris nasional dan internasional lainnya, salah satunya adalah gitaris terkenal Paul Gilbert. Selain bermain di Slank, Abdee juga memproduseri salah satu band Indonesia, Serieus. Sejak dia memulai kariernya di dunia musik, Abdee selalu bermain dan mempersembahkan gaya rock-blues. bahkan dia pernah bergabung dengan Band Enemest 1990 bersama Sandi salah satu personel Pas Band.

(Abdee Negara. Foto: beranda.co.id)

(Abdee Negara. Foto: beranda.co.id)

Perjalanan Karir Abdee Negara

Sejak kecil Abdee selalu dijejali iringan musik sama orang tuanya dari mulai Roma Irama sampai Rolling Stones, sehingga musik sudah mendarah daging dalam dirinya. Sejak SMP Abdee sudah bercita-cita ingin jadi seorang musisi profesional. Tadinya ia ingin jadi seorang vokalis, tapi karena ia sadar dengan suaranya yang tidak terlalu bagus akhirnya ia memutuskan untuk banting setir ke gitar. Setelah lulus SMP, ia meminta kepada kedua orangtuanya untuk melanjutkan sekolah di SMA 1 Palu. Ia berharap dengan sekolah di Palu ia akan lebih bisa mengembangkan bakat musiknya, secara di Palu lebih tersedia fasilitas-fasilitas musik dari pada di kota kelahirannya Donggala.

Di Sekolah SMA nya ia suka bermain gitar di kantin belakang bersama adik kelasnya Hengki Supit yang akhirnya mereka membentuk sebuah band. Ketika mereka mengikuti sebuah festival musik di Palu, Hengki Supit terpilih sebagai vokalis terbaik dan Abdee terpilih sebagai gitaris terbaik. Untuk mengembangkan karir mereka, lantas mereka pergi ke Ibu Kota Jakarta, tapi pemain bass dan drumnya tidak ikut jadi mereka mulai mencari personil baru, sempat bikin band juga di Jakarta.

Di Jakarta ia banyak bertemu dengan musisi – musisi handal seperti Gideon Tengker, (sementara Hengki Supit lebih memilih meneruskan sekolahnya ke luar negri). Dari Gideon Tengker inilah ia banyak belajar dasar-dasar musik blues, dari mulai sound sampai dengan cara bermain blues yang asyik. Abdee juga pernah menjadi gitaris dari trio kwek-kwek. Sampai akhirnya terdengar kabar hengkangnya 3 personil slank (Bonky, Indra, Pay). Waktu itu Kaka dan Bimbim mencari pengganti BIP, mereka akhirnya merekrut Reynold (gitar) dan Ivanka (bass) untuk membantu mereka merampungkan album Lagi Sedih (album ke 6).

Tapi tak lama setelah itu, Reynold memutuskan untuk keluar dari Slank tanpa alasan apapun. Bunda Iffet yang pada waktu itu mulai menangani Slank bingung karena seminggu setelah Reynold keluar, Slank dijadwalkan show di Bandung, sedangkan Slank dalam keadaan tidak ada gitaris. Akhirnya bunda datang ke rumahnya Reynold sampai memohon agar Reynold mau main di Bandung, setelah itu, “ga’ apa – apa kalo’ reynold mau keluar dari Slank.” Ujar bunda Iffet.

Tapi Reynold tetap pada pendiriannya, bahkan Reynold tidak bersedia menemui bunda Iffet hanya ibunya Reynold yang bersedia menemui bunda Iffet. Akhirnya Ivanka (bassist Slank) teringat pada teman lamanya (Abdee), akhirnya Ivanka mengajaknya untuk nge-jam bareng Slank. Dilain pihak, Lulu (adiknya Gugun Gondrong) yang suka main ke Potlot menemukan Ridho Hafiedz (yang baru pulang dari sekolah musiknya di Amerika).

Kemudian Kaka dan Bimbim mengadakan audisi terhadap 4 gitaris, dan ternyata yang terpilih itu adalah Abdee Negara dan Ridho Hafiedz. Abdee ketika diajak nge-jam bareng Slank pernah bilang, “Slank bisa nge-blues ga?” jelasnya.

Ia mengira yang bisa nge-blues itu hanya Pay (gitaris Slank album 1-5). Setelah ia nge-jam bareng Slank, ia mengaku salah menilai Slank karena menurutnya, anak – anak Slank itu jiwa bluesnya kuat banget. Ia juga tidak tahu ketika ia nge-jam bareng anak-anak Slank itu dijadikan audisi langsung sama Kaka dan Bimbim.

Slank dan Narkoba: Abdee Negara Tak Pernah Ditawari Narkoba

Sebagai personil Slank yang bergabung pada tahun 1997, Abdee Negara mengaku tak pernah ditawari narkoba oleh tiga personil lama Slank saat itu meski mereka masih menjadi pecandu. Banyaknya Slankers yang mengikuti jejak Slank diakui menjadi titik balik para personilnya benar-benar ingin berubah. “Ada beberapa tipe junkies. Kalau masih gila dan demen make, dia pasti ngajak orang lain make, Tapi Slank nggak ada satupun yang ngajak make,” kenang Abdee.

(Personil Slank. Foto: tempo.co)

(Personil Slank. Foto: tempo.co)

Menurutnya, saat itu ketiga personil yang terkena narkoba masih memakai barang haram tersebut karena mereka sudah pada tahap berusaha agar tetap bisa bekerja dan berkonsentrasi, bukan untuk teler. “Mereka nggak sembunyi tapi saya lihat udah capek. Waktu itu make narkoba supaya bisa mikirnormal karena narkoba udah jadi penyakit. Saya lihat mereka butuh bantuan dan dukungan dari keluarga dan temen,” ujar Abdee.

Gitaris berambut panjang ini, di era 1984-1997 di Indonesia memang banyak musisi yang terkena narkoba, bahkan sampai meninggal dunia atau dipenjara. Ketika ia bergabung dengan Slank, tampak bahwa semua cita-cita yang besar dari band tersebut dipertaruhkan karena masalah narkoba.

Berantem sudah jadi menu sehari-hari dari mereka, namun Abdee dan Ridho saat itu tidak menyerah membantu para personil Slank untuk bisa bebas narkoba. “Itu masa yang kalau sampai nggak kuat, kitaudah bubar. Mereka udah capek dan ada di titik untuk harus nentuin, mati atau masuk penjara pilihan pemakai narkoba,” lanjutnya.

Berbagai rencana dan cita-cita yang tinggi ditambah pertemuan dengan orang-orang yang dicintai sangat membantu motivasi Kaka, Bimbim, dan Ivanka, saat itu untuk membersihkan diri. Apalagi, banyak Slankers yang juga terjerat narkoba di tahun 1997. Slank khawatir mereka yang pecandu akan mempengaruhi mereka yang bukan pecandu saat nongkrong bareng di markas Slank, misalnya. Akhirnya setelah mereka resmi berhenti sebagai junkies, mulailah Slank membantu Slankers yang perlahan-lahan mulai berkurang jumlah pecandunya.

Mereka awalnya mengunjungi beberapa panti rehabilitasi, sebelum membuat pusat rehabilitasi sendiri yang hingga kini masih terus membantu para pecandu narkoba. “Setelah Slank berhenti, banyak Slankers bingung gimana caranya mau berhenti. Kita kerjasama dengan beberapa panti dan rumah sakit kepolisian. Dari tahun 2002 sampai sekarang masih jalan,” demikian Abdee Negara.

Abdee Negara Melawan penyakit Gagal Ginjal Selama 4,5 Tahun

Abdee Negara, gitaris band Slank, menderita gagal ginjal stadium akhir selama 4,5 tahun terakhir. Saat pertama kali divonis dokter, fungsi ginjalnya tak lebih dari 12 persen. Ia pun disarankan untuk cuci darah rutin dan transplantansi ginjal. “Tapi waktu itu saya tidak mau,” jelasnya. Sebelum divonis, Abdee tak menyadari bahwa ia menderita penyakit kronis. Ia hanya merasa sering lemas, mual, pusing, dan sulit konsentrasi. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Abdee hanya bisa bertahan selama enam bulan sejak divonis. Sejak itu, ia mulai mempelajari penyakitnya melalui internet dan bertanya kepada ahli atau yang pernah mengalaminya.

(Abdee Negara. Foto: beritasatu.com)

(Abdee Negara. Foto: beritasatu.com)

Penyebab gagal ginjal yang dideritanya, tuturnya, bermula dari penyakit darah tinggi. Pola makan yang tak teratur dan kurang tidur diakuinya sebagai gaya hidup buruk yang memicu kinerja ginjalnya kian melemah, akhirnya ia menerapkan diet ketat. Makan dan minumannya harus benar-benar diukur. Obat juga tak boleh telat. Dokter melarangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung potasium, kalium, dan fosfor. “Akhirnya saya bisa membuktikan bisa bertahan selama 4,5 tahun ini. Dan sekarang saatnya istirahat,” ujar Abdee.

Sekitar setahun lebih, ia menyembunyikan sakitnya tersebut dari personel Slank lainnya. Tak jarang rekan manggungnya itu menanyakan penyakitnya lantaran sering terlihat mengkonsumsi obat. Namun, Abdee menjawab hanya sakit biasa. “Bukan sakit apa-apa,” jawabnya singkat. Pria 47 tahun itu merasa kondisinya terus memburuk. Bahkan, beberapa bulan lalu, ia sempat dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Dokter menyatakan fungsi ginjalnya menurun hingga tiga persen. “Secara mental, saya masih kuat. Tapi, fisik saya tidak kuat. Saya harus istirahat,” ujarnya.

Karena itulah, ia memutuskan untuk cuti panjang dari jadwal manggung band rock asal Jakarta tersebut. Ia mengaku masih ingin terus manggung. “Udah lu istirahat aja,” kata dia menirukan saran teman-temannya. Sembari menjalani pengobatan, mantan gitaris band Enemest ini bakal tetap membantu manajerial Slank. “Kalau rapat dan konferensi pers seperti ini, saya masih bisa,” ujarnya.

Karir Musik Abdee Negara

(Abdee Negara. Foto: tempo.co)

(Abdee Negara. Foto: tempo.co)

 Tahun 1988: 

  • Belajar teori musik di Sekolah Musik Farabi milik Dwiki Darmawan. Salah satu mentor gitarnya saat itu adalah Kadek Rahardika

 Tahun 1988 – 1990:

  • Gitaris band ‘Flash’ (salah satu personelnya Ivan, bassist Slank saat ini)
  • Gitaris band Interview’ (salah satu personelnya vocalist rock, Hengky Supit)
  • Gitaris band ‘Enemest’ (salah satu personelnya Sandy Andarusman, drummer Pas Band)

Tahun 1990 – 1997: 

  • Session player untuk penyanyi jazz Ermy Kullit, rockstar Athur Kaunang dan penyanyi pop Conny Constantia dan untuk gitaris blues Gideon Tengker (disebut-sebut sebagai mentor musik bluesnya Abdee) dan 1997 akhir, Bergabung dengan Slank sampai sekarang.

Tahun 2000:

  • Produser Seuriues Band, sebagai produser, yang menghasilkan hits ‘Rocker Juga Manusia’
  • Kolaborasi dengan Agnes Monica di album dewasa pertamanya (satu lagu)
  • Kolaborasi dengan band rock n roll The Brandals dialbum kedua dalam lagu “Mesin Kota”
  • Kolaborasi dengan Sherina Munaf dialbum dewasa pertamanya )satu lagu)
  • Produser album Marshanda dan mencipta satu lagu hits ‘Cinta Yang Kembali’

Tahun 2002: 

  • Produser album kompilasi A Mild Live Jakarta Music Festival sekaligus menjadi operator studio dalam proses rekaman.

Tahun 2012: 

  • Produser band hard rock The Painkillers, sekaligus mencipta satu lagu hits bertajuk ‘Teriak

Diskografi Abdee Negara

  • Tujuh (1997)
  • Mata Hati Reformasi (1998)
  • Konser Piss 30 Kota (1998)
  • 999 + 09 1 (1999)
  • 999 + 09 11 (1999)
  • Ngang kang (2000)
  • Virus (2001)
  • Virus Road Show (2000)
  • Satu Satu (2003)
  • Bajakan (2003)
  • L.U.R (2003)
  • Slankissme (2005)
  • Since 1983 – edisi Malaysia (2006)

Filmografi Abdee Negara

  • Generasi Biru
  • Get M4rried
  • Slank: Nggak Ada Matinya

Sobat BeMaks, itulah tadi kisah singkat dari musisi dan Gitaris Slank, Abdee Negara yang memiliki nilai-nilai positif dan dapat memotiviasi anak muda semua. Bagaimana menurut Sobat BeMaks?

Melihat dari perjalanan karir yang berujung manis karena ada niat yang baik disertai dengan usaha, kerja keras, dan doa, kemudian seorang Abdee Negara yang tak pernah ditawari Narkoba hingga melawan penyakit gagal ginjal yang ia derita selama 4,5 tahun.

Demikian artikel ini dibuat dari berbagai referensi bacaan:

http://seleb.tempo.co/read/news/2015/03/22/219651973/kisah-abdee-slank-melawan-gagal-ginjal-selama-4-5-tahun

http://www.profilpedia.com/2014/04/profil-dan-biografi-lengkap-abdi-slank-gitaris-slank.html

http://abdeeslank.blogspot.com/